Pengetahuan Singkat Sejarah Internet Dunia

Admin 1:57:00 AM
Sejarah_internet_dunia_1

Sejarah Internet dimulai pada tahun 60-an, yaitu ketika Levi C. Finch dan Robert W.Taylor mulai melakukan penelitian tentang jaringan global dan masalah interoperabilitas. Selanjutnya, beberapa program penelitian mulai dilakukan untuk melihat mekanisme pengaitan jaringan-jaringan yang berbeda secara fisik. Salah satu solusi yang muncul dari penelitian-penelitian tersebut adalah teknik packet switching.  Pada teknik packet switching, data atau file berukuran besar yang akan dikirim melalui jaringan komputer terlebih dahulu dipotong menjadi paket kecil-kecil agar lebih mudah ditangani dan lebih Andal.

Peneliti utama dalam pengembangan packet switching ini adalah Donald Davies (NPL), Paul Baran (RAND Corporation), Leonard Kleinrock dan kawan-kawan (MIT) dan UCLA Research Programs.
Pada tahun 1969, Robert Taylor yang baru dipromosikan sebagai kepala kantor pemrosesan informasi di DARPA (Badan Riset Angkatan Bersenjata Amerika Serikat) bermaksud mengimplementasikan ide untuk membuat sistem jaringan yang saling terhubung. Bersama Larry Robert dari MIT, Robert Taylor memulai proyek yang kemudian dikenal sebagai ARPANET. Sambungan pertama ARPANET terbentuk antara University of California, Los Angeles (UCLA) dan Stanford Research Institute (SRI) pada jam 22:30 tanggal 29 Oktober 1969. Pada tanggal 5 Desember 1969, ada dua jaringan lagi yang yang bergabung, yakni University of Utah dan University of California, Santa Barbara sehingga total terdapat empat (4) simpul jaringan. ARPANET yang berbasis pada teknologi ALOHAnet berkembang sangat cepat. Pada tahun 1981, jumlah simpul yang tersambung menjadi 213.
Selain jaringan untuk penelitian seperti ARPANET dan X.25, para hobbiis komputer juga mengembangkan teknik jaringan sendiri yang kemudian cukup populer, yaitu UUCP. Masalah terbesar pada teknik ini adalah bagaimana supaya berbagai jenis peralatan jaringan, seperti telepon, radio, kabel LAN yang secara fisik sangat berbeda dapat berkomunikasi satu sama lain.
Keberagaman media fisik jaringan mendorong pengembangan tatacara komunikasi (protokol komunikasi) yang mampu melakukan internetworking, sehingga banyak jaringan kecil dapat saling tersambung menjadi satu menjadi jaringan komputer maha besar.

Kumpulan tata cara komunikasi atau protokol Internet memungkinkan jaringan komputer dibangun menggunakan saluran fisik yang berbeda. Dalam bahasa yang sederhana, komputer yang terhubung menggunakan telepon, dapat berkomunikasi dengan komputer yang tersambung ke jaringan LAN maupun jaringan radio.
Hal ini mendorong terjadinya inter-network (antar jaringan) secara global yang kemudian hari kita kenal sebagai “Internet”.
Selain protokol Internet, hal lain yang tidak kalah penting dalam perkembangan Internet adalah metode pengalamatan di Internet.
Jon Postel dari Information Science Institute (ISI) di University of Southern California (USC) adalah orang yang sangat berjasa di balik berbagai alokasi alamat IP Internet, manajemen Domain Name System (DNS), tipe media, dan berbagai alokasi nomor untuk tata cara komunikasi penting di Internet. Hingga wafatnya pada tanggal 16 Oktober 1998, Jon Postel mengelola Internet Assigned Numbers Authority (IANA). Pada tanggal 21 Juli 1998, Jon Postel memperoleh Silver Medal dari International Telecommunications Union (ITU) atas jasa-jasanya membangun Internet di dunia.
Saat ini, IANA dioperasikan oleh  Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN).

Sejarah_internet_dunia_2

Komersialisasi dan privatisasi Internet mulai terjadi pada tahun 1980-an di Amerika Serikat dengan di ijinkannya Internet Service Provider (ISP) untuk beroperasi. Internet mulai booming pada tahun 1990-an. dan menjadi kunci pemicu perubahan dalam budaya dan dunia usaha. Internet menawarkan pola komunikasi cepat menggunakan e-mail, diskusi bebas di forum, dan Web.

Jumlah pengguna internet di seluruh dunia kian meningkat drastis. Menurut data terbaru yang dirilis We Are Social per Agustus 2017, jumlah pengguna internet global kini menyentuh angka 3,8 miliar dengan penetrasi 51 persen dari total populasi di dunia.

Peningkatan ini juga diklaim naik 0,2 persen sejak April 2017. Mengutip informasi dari keterangan resmi We Are Social, 41 persen dari mereka mengakses internet berasal dari situs web. Sisanya berasal dari perangkat mobile, seperti smartphone dengan total 54 persen, tablet sebanyak 5 persen, dan perangkat lain 0,14 persen. Tingginya akses internet ternyata juga tak luput dari akses pengguna Facebook. Diketahui, jumlah pengguna aktif media sosial yang identik dengan warna biru itu kini mencapai lebih dari 2 miliar, di mana 87 persennya mengakses dari perangkat mobile.
Sejarah_internet_dunia_3
Tak cuma itu, laporan juga memuat data di mana 59 persen pengguna Facebook memakainya setiap hari. 44 persen di antaranya adalah pengguna wanita, sedangkan 56 persen merupakan pengguna pria. Walau demikian, masih ada saja hambatan yang menghalangi pertumbuhan akses internet dunia. Beberapa di antaranya seperti tidak adanya infrastruktur yang mumpuni untuk akses, besarnya biaya akses yang relatif terhadap pendapatan, serta kesiapan akses internet dan penerimaan budaya internet di suatu negara.
Karena itu, agar akses internet bisa lebih meluas, pemerintah dan beberapa instansi seperti organisasi nonpemerintah dan nirlaba, korporasi dan lainnya untuk bisa menciptakan sosialisasi cara berinternet yang akurat.
Dengan demikian, langkah ini bisa diharapkan dapat menghilangkan kesenjangan digital yang terjadi di sejumlah negara berkembang dengan akses internet terbatas dengan melakukan investasi dan membangun infrastruktur.

Dominasi perangkat mobile di ranah internet sudah menjadi rahasia umum. Kini menurut laporan Global Statshot: Digital In Q3 2017 oleh We Are Social dan Hootsuite, jumlah pengguna internet mobile menguasai 92 persen dari total pengguna internet dunia. Berdasarkan data tersebut, total pengguna internet aktif pada kuartal III (Q3) 2017 berkisar 3,8 miliar dengan 92 persen di antaranya adalah pengguna internet mobile sebanyak 3,5 miliar. Selain itu, trafik web dari ponsel juga lebih besar dibandingkan perangkat lain.
Ponsel menguasai 54 persen trafik web, sedangkan laptop dan desktop sebesar 41 persen, tablet 5 persen serta berbagai perangkat lain seperti konsol gim 0,14 persen. Namun dari semuanya, kategori perangkat lain memiliki peningkatan yang paling besar dibandingkan setahun yang lalu sebesar 27 persen dan ponsel naik 21 persen. Media sosial juga banyak diakses menggunakan perangkat mobile. Saat ini ada sebanyak 3 miliar pengguna media sosial aktif, dengan 2,7 miliar di antaranya menggunakan perangkat mobile.

Adapun untuk sistem operasi (OS) mobile, Android masih merajai pasar internet mobile. Android memimpin dengan 72,9 persen, iOS 19,4 persen, sisanya oleh berbagai OS mobile lain sebesar 7,7 persen.
Trafik data mobile terus mengalami peningkatan setiap kuartal sejak Q1 2012. Rata-rata smartphone di dunia menghabiskan internet mobile setiap bulan sebanyak 2,3 GB.




Previous
Next Post »
1 Komentar
avatar

terimakasih atas informasinya dan jangan lupa kunjungi kami di http://kapsulgamatemaswalatra.com/walatra-sehat-mata-softgel/

Balas

Iklan